2024: Tahun Kemenangan Infrastruktur Di Indonesia Jpslot

Lompatan Infrastruktur Indonesia: Proyek-Proyek Besar di 2024 JPSLOT

Indonesia, sebuah negara dinamis, sedang mempersiapkan diri untuk menyaksikan penyelesaian beberapa proyek mega ambisius di tahun 2024. Ini merupakan langkah penting dalam perkembangan infrastruktur dan ekonomi negara. Tahun 2024 akan menjadi tahun terakhir pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, sehingga pemerintah didorong untuk menyelesaikan program dan proyek strategis yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk mengerjakan proyek infrastruktur di tahun 2024, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp422,7 triliun dari APBN 2024, yang merupakan anggaran infrastruktur tertinggi dalam lima tahun terakhir. Dari anggaran infrastruktur tersebut, sejumlah Rp213,7 triliun dijadwalkan akan didistribusikan ke kementerian/lembaga. Dana tersebut diharapkan akan digunakan untuk pembangunan jalan daerah, pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), renovasi stadion, serta pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan.

Salah satu prioritas utama pemerintah adalah pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan dipercepat pada tahun 2024. Presiden Jokowi, dalam pidatonya tentang RAPBN 2024 dan Catatan Keuangan 2023, menegaskan bahwa anggaran infrastruktur ditingkatkan untuk mendukung pembangunan beberapa proyek, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain IKN, anggaran infrastruktur untuk 2024 akan diprioritaskan untuk penyediaan layanan dasar, peningkatan produktivitas melalui infrastruktur konektivitas dan mobilitas, serta peningkatan jaringan irigasi melalui pembangunan bendungan, saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier.

Pemerintah Indonesia berniat untuk memulai pemindahan 16.000 pegawai sipil, serta personel militer dan polisi pada tahun depan ke Nusantara. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, menekankan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 dalam kisaran 5,3% hingga 5,7%, dibandingkan dengan proyeksi tahun ini yang berada di antara 5% hingga 5,3%.

Anggaran infrastruktur yang meningkat sebesar 5,8% tahun depan dianggap penting mengingat kondisi ekonomi saat ini. Namun, alokasi anggaran infrastruktur harus disertai dengan upaya untuk meminimalkan kebocoran. Selain itu, pembangunan infrastruktur tidak boleh dilakukan pada menit-menit terakhir di akhir tahun. Pembangunan infrastruktur juga seharusnya tidak hanya menggunakan tenaga kerja, tetapi juga memenuhi tingkat komponen lokal (TKDN). Telisa Aulia Falianty, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur harus disertai oleh pengembangan modal manusia dan ekosistem yang sesuai untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun.

Pembangunan infrastruktur melalui program cash for work (PKT) sangat baik untuk mendukung penyerapan tenaga kerja. Program cash for work harus diteruskan, misalnya pembangunan jalan di desa harus melibatkan penduduk desa untuk menyediakan pekerjaan agar pemuda di desa memiliki aktivitas dan penghasilan.

Pembangunan infrastruktur yang ambisius ini mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan proyek strategis secara optimal. Kebijakan ini telah berhasil menyelesaikan 161 proyek strategis nasional senilai Rp1,134.9 triliun, dengan nilai investasi yang menghasilkan output ekonomi sebesar Rp1,670 triliun dan menghasilkan sekitar 4,5 juta pekerjaan.

Proyek-proyek mega ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan di Indonesia, meningkatkan daftar JPSLOT kualitas hidup masyarakat, dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional. Ini adalah langkah penting dalam perjalanan Indonesia untuk menjadi negara yang berkembang dan mandiri dalam berbagai aspek kehidupan.

image